SEJARAH DESA

Sejarah Desa Bodas atau Penamaan/ Nomenklatur Desa Bodas diriwayatkan oleh para pendahulu adalah sebuah desa peninggalan jaman kejayaan Pangeran Diponegoro yang dahulu kala berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Menurut bahasa Sunda Bodas artinya putih. Faktanya bahwa sebagian dari tanah Desa Bodas adalah tanah yang berwarna putih (Cadas Putih, sebagian besar berada di lapisan bawah tanah) yang oleh masyarakat setempat dapat dimanfaatkan sebagai labur (Cat) dinding rumah warga.  Namun secara formal nama Bodas belum diketahui dibakukan dalam bentuk peraturan perundang-undangan misalnya peraturan daerah, walaupun demikian nama Desa Bodas telah diakui secara administratif sebagai salah satu nama desa dari 211 desa yang ada di Kabupaten Pemalang.

Secara umum penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, hal ini dapat dilihat dari kondisi geografis dimana sebagian besar lahan pertaniannya adalah lahan produktif, sedangkan desa Bodas ditinjau dari letak wilayah dapat dilihat sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Pedagung
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Majalangu
  3. Sebalah Timur berbatasan dengan Desa Pagelaran
  4. Sebalah Barat berbatasan dengan Desa Gapura

Dengan penduduk yang heterogen pada tahun 2016 ini masih banyak warga masyarakat Desa Bodas yang mengandalkan kehidupan di kota, sebagai perantauan / urbanisasi, hal ini disebabkan karena kurangnya wawasan dalam memanfaatkan potensi lokal baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

Pada Zaman Penjajahan Belanda antara tahun  1940-1943 Desa Bodas di bawah kepemimpinan Kades Wahyad Bin Warlam, kala itu masyarakat desa Bodas hidup susah karena tidak bisa tenang dalam bertani  sehingga kemiskinan melanda masyarakat desa Bodas, disana sini banyak terjadi pencurian.

Pada Tahun 1978 sebanyak 36 rumah di dusun 03 dilahap si jago merah (Bodas kebakaran besar), peristiwa kebakaran  itu membuat trauma bagi masyarakat musibah dan masyarakat disekitarnya, karena kebakaran itu terjadi di musim kemarau panjang yang merugikan harta dan benda masyarakat.

Peristiwa yang mengharukan masyarakat Bodas adalah pada tahun 1997, kala pertama kali Bodas dijamah Kendaraan roda 4 yang dikendarai oleh warga Desa Bodas bernama Wage Hari yang mampu menyebrangkan mobil perusahaan rokok Sukun lewat jembatan Gantung Pagelaran yang bukan untuk dilewati mobil  dan sampai Bodas di kawal oleh ratusan warga masyarakat desa Bodas, Wage Hari benar- benar orang pertama yang membawa  mobil pertama masuk Bodas.

Hal yang menonjol di Desa Bodas adalah masyarakatnya bersemangat menyekolahkan anak terbukti Bodas sudah mampu menghasilkan 54 Sarjana dari 12 disiplin ilmu, dan mereka yang berhasil rata-rata bertempat tinggal di wilayah perkotaan sebagai Pejabat Negara.